Dra.Hj.Sumarah,M.Pd
Anggota Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Kabupaten Ponorogo
Mu’adz bin Jabal merupakan salah satu sahabat Rosulullah yang paling muda diantara para sahabat senior.ia punya hubungan yang sangat dekat dengan Rasulullah.Kedekatan keduanya digambarkan pada peristiwa berikut :
“ Suatu Ketika Nabi SAW berpesan kepada Mu’adz dengan menggandeng tangannya seraya berkata : Wahai Muadz…Demi Allah aku …sangat menyayangimu, Demi Allah aku sangat menyayangimu.aku berpesan kepadamu…jangan sampai kamu lupa membaca do’a ini di setiap selesai sholat fardu, yaitu :
“Allahumma A’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika”.
Artinya : Ya Allah Tolonglah hamba untuk selalu ingat ( dzikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah makin baik kepada-Mu.( HR.Ahmad,Abu Dawud, An-Nasa’i ).
Meskipun permintaan hanya tiga, tapi itu kunci ketentraman hidup.yang diminta bukan harta dan pangkat,bukan kedudukan dan kemasyhuran.
1.Makna dzikir Adalah ingat.Ingat kepada Allah dengan tiga acara, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain: Dzikir bil lisan ( Ucapan ), dzikir bil Qalbi ( dalam hati ) dan dzkikir bil arkan ( Perbuatan ).
2.Bersyukur .Ini merupakan pintu gerbang ketentraman. Bentuk Syukur yang paling sederhana Adalah “ Menikmati yang kita miliki,bukan menghayal yang kita inginkan”.
3.Beribadah yang makin baik. Tambah hari kwalitas ibadah tambah baik. Ada 2 jenis ibadah : Ibadah khas ( seperti Shalat,Puasa,haji ).dan Ibadah Am..yaitu Semua perbuatan yag bernilai baik, seperti murah senyum,suka menolong orang, jujur, rajin bekerja, tekun dsb.
Orang yang memiliki hubungan baik dengan sesama manusia, maka hidupnya akan terasa ringan,hati tenang,tidak punya musuh dan banyak teman ataupun saudara.
Dengan modal tiga hal diatas,yaitu, berdzikir,bersyukur dan selalu memperbaiki ibadah, maka hidup akan tentram dan menyenangkan.
Ibadah puasa Adalah sarana yang baik untuk melatih batin kita memperkokoh tiga hal tersebut.
Semoga Allah Swt senantiasa meridhoi kita. Amin.



